Anne Ahira | About Internet Marketing

KLIK DISINI untuk mendapatkan modul Asian Brain GRATIS

Menilik Internet Marketing dari Dekat

Oleh Anne Ahira

Tidak dapat dipungkiri lagi, masa depan internet marketing secara global sangat cerah. Penelitian terakhir dari Forrester Research (lembaga riset teknologi independen yang berpusat di Cambridge, Massachusetts) mengungkapkan bisnis internet marketing yang saat ini bernilai 95 milyar US$, diperkirakan pada tahun 2008 pertumbuhannya akan mencapai 230 milyar US$. Artinya dalam kurun 3 tahun mendatang pertumbuhan internet marketing meningkat sekitar 140%.

Di negara maju, internet telah digunakan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Internet telah mentransformasi transaksi dan promosi bisnis konvensional. Optimalisasi pemanfaatan internet bukan saja dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga pemilik usaha kecil dan menengah, bahkan usaha individual.

Sedangkan di negara berkembang, internet baru digunakan sebatas untuk akses informasi dan berkomunikasi. Untuk pengembangan bisnis, baru perusahaan-perusahaan besar saja yang mengoptimalisasi penggunaannya.

Oleh sebab itu, pada Desember 2003 lalu, Indonesia turut menandatangani deklarasi World Summit on the Information System (WSIS) di Geneva. Deklarasi yang bertujuan penyempitkan kesenjangan negara maju dan berkembang tersebut, menyatakan komitmen mewujudkan target akses internet pada 50% penduduk dunia di tahun 2015.

Saat ini, menurut data Internet World Stats hingga bulan Maret 2005, baru sekitar 7% penduduk Indonesia atau 15,3 juta orang yang menjadi pengguna internet. Sedangkan jika diasumsikan pada tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa, berarti penetrasi internet sekurangnya harus menjangkau 125 juta orang. Artinya dalam waktu 10 tahun ke depan, pertumbuhan internet harus melebihi 700%.

Ini berarti pe-er besar bukan saja untuk pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan masyarakat. Tidak saja dari segi infrastruktur dan teknologinya, tetapi juga peraturan perundangan dan regulasi yang berkaitan dengan teknologi informasi serta bisnis yang terkait dengannya juga perlu dipersiapkan.

Menilik data IDC (lembaga riset industri teknologi dan telekomunikasi global) April 2004, ada lebih dari 1,9 juta UKM (Usaha Kecil Menengah) yang mewakili 99,97% dari jumlah total perusahaan yang ada di Indonesia. Namun, baru 27% UKM yang menerapkan komputerisasi. Hal ini membuat Indonesia berada di urutan kedua terendah untuk komputerisasi UKM di Asia Pasifik. Bandingkan dengan Thailand (57%), Filipina (57%) dan Malaysia (61%).

Artinya jangankan komputerisasi dan akses internet, kesadaran mengembangkan bisnis melalui internet marketing pada masyarakat Indonesia saja masih sangat rendah. Padahal jika kesadaran internet marketing ini tumbuh, UKM yang ada Indonesia bisa mengembangkan pasarnya ke mancanegara dan memaksimalkan keuntungan mereka dengan biaya yang relatif sedikit dibandingkan mengembangkan bisnis secara konvensional. Dan seandainya UKM ini berhasil mengembangkan bisnisnya ke pasar global, berarti juga pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat juga semakin meningkat.

Di Indonesia, internet marketing akhir-akhir ini menjadi banyak pembicaraan orang. Kebetulan saya merupakan salah satu praktisi pebisnis online yang sering diperbincangkan oleh banyak media masa. Bahkan juga memicu kontroversi atas `kesahan' bisnis yang saya jalani. Kontroversi ini sempat mendorong Amalia E. Maulana menulis artikel berjudul "Evaluasi Bisnis Anne Ahira" dalam majalah SWA (Edisi 09/28 April-11 Mei 2005). Dalam analisa yang tajam dan cerdas dari seorang kandidat doktor marketing dari UNSW Australia ini, terungkap kekhawatiran kontroversi ini akan berbuntut pada nama buruk internet marketing itu sendiri dan berakibat pada terhambatnya penetrasi internet di Indonesia.

Selama ini memang banyak orang yang menganalisa tanpa bukti yang kuat ataupun mengerti tentang internet marketing itu sendiri di `forum tidak resmi' seperti mailing list dan blog. Hal itu menjadi tantangan bagi saya untuk memberikan informasi lebih jelas kepada masyarakat luas agar tidak salah mengerti tentang internet marketing secara global dan khususnya terhadap apa yang saya kerjakan.

Sebenarnya internet marketing dapat diterapkan bukan hanya oleh UKM yang menghasilkan produk dan jasanya secara swadaya. Individu- individu dari berbagai profesi pun sebenarnya bisa menciptakan produk atau jasa sendiri dan memasarkannya di internet. Di Amerika misalnya, teman saya, Jermaine Griggs, seorang guru piano bisa berpenghasilan ratusan ribu dollar dari bisnis online. Dia menjual paket tutorial bermain piano dengan metode mendengarkan yang mudah dipelajari oleh segala usia dan tidak memerlukan pengalaman bermusik.

Contoh lainnya adalah seorang mahasiswa perfilman yang berusia kurang dari 30 tahun menjadi online entrepreneur sukses berkat bukunya "Selebrity Black Book". Dari hobinya berburu merchandise yang ditandatangani para selebriti, dia kemudian menulis buku yang berisi puluhan ribu alamat kontak selebriti, olahragawan, pemimpin dunia, serta orang-orang terkenal lainnya. Target yang ditujunya adalah para fans, organisasi nirlaba yang membutuhkan merchandise selebriti untuk dilelang, atau perusahaan-perusahaan yang memerlukan endorsement penjualan produk dari selebriti.

Masih banyak lagi cerita-cerita sukses pebisnis online yang dalam waktu dekat akan saya luncurkan di Asian Brain Internet Marketing Center, yang akan menjadi pusat pembelajaran internet marketing secara online pertama di Indonesia. Diharapkan cerita-cerita sukses pebisnis online kelas dunia dan strategi bisnisnya bisa menjadi role model bagi masyarakat Indonesia yang hendak terjun ke bisnis online.

Sedangkan bila seseorang yang ingin terjun di bisnis online namun tidak memiliki produk atau jasa untuk dijual, sebenarnya masih bisa berpeluang memperoleh penghasilan yaitu dengan mengikuti program affiliate. Pada intinya, program ini bertujuan memberi persentase hasil penjualan kepada seseorang jika dia berhasil menjual produk atau jasa suatu affiliate merchant (pemilik produk/jasa yang dipasarkan). Pembayaran komisi ini tergantung dari penawaran dan perjanjian antara seorang affiliate marketer dengan affiliate merchant. Ada yang berupa pay per sale, pay per lead, pay per click, pay per search, ataupun kombinasinya (hybrid program).

Selain itu, situs-situs pribadi dan weblog atau blog yang sekarang tengah mewabah di kalangan pengguna internet juga bisa berpeluang memberikan penghasilan bagi pemiliknya. Caranya dengan memberikan ruang bagi sponsor ataupun sponsor link (adsense) yang didukung oleh search engine. Memang komisi yang diberikan oleh search engine ini adalah komisi ;recehan' (kalau tidak mau menyebutnya sangat kecil).

Tetapi jika situs tersebut memiliki traffic yang tinggi dan bisa membidik target market yang tepat, dari pengalaman saya penghasilan yang bisa didapatkan bisa mencapai lebih dari 10 juta rupiah per bulan.

Dan jika seorang blogger bisa menciptakan blog yang `menjual' seperti `ArtOfSpeed', `Jalopnik' dan `Gizmodo' yang dibuat blog publisher Gawker Media, bukan tidak mungkin bisa menarik sponsor sekelas Nike dan Audi. Kabarnya, nilai sponsor deal ini mencapai $ 25,000 per bulan. Jelas ini menunjukan bahwa internet marketing merupakan peluang bisnis yang bagus jika kita tahu bagaimana cara menjalankannya.

Jenis bisnis online lainnya selain `affiliate program' adalah e-network marketing atau e-mlm. Jenis bisnis inilah yang sering memicu kontroversi, termasuk terhadap bisnis yang saya jalani. Belakangan memang saya gencar diliput berbagai media massa dan yang paling banyak dibicarakan adalah bisnis network marketing saya.

Jika Amalia E. Maulana menilai seharusnya saya menyebut bisnis network marketing yang saya jalani sebagai e-mlm, itu memang benar. Karena saya memasarkan bisnis network marketing ini melalui internet. Tetapi saya selalu menyebut profesi saya sebagai internet marketer dan jenis bisnis saya adalah internet marketing. Karena saya menjalankan berbagai macam bisnis, bukan hanya e-mlm, tetapi juga affiliate business. Saya juga menjadi konsultan bagi mereka yang hendak memasarkan produknya di internet dan menjadi pembicara seminar yang diadakan secara online conference ke berbagai negara khususnya tentang affiliate tips dan online marketing strategy.

Setiap kali saya diwawancara oleh media massa, saya selalu menjelaskan secara gamblang apa saya kerjakan. Bahkan saya sering mengajak wartawan untuk duduk bersebelahan dengan saya dan memperlihatkan kepada mereka kegiatan online saya. Mereka paham yang saya kerjakan meliputi berbagai macam bisnis online, sehingga cocok dikatakan sebagai internet marketing. Tidak jarang media menyebutkan bisnis yang saya kerjakan ada dua macam, yaitu affiliate marketing dan network marketing.

Sedangkan jika berbicara tentang salah satu bisnis saya, tentu tidak akan terlepas dari FFSI (Financial Freedom Society Inc.). Karena produk dan jasa yang saya pasarkan adalah berasal dari perusahaan yang telah berdiri selama 8 tahun di Amerika. Perusahaan ini didirikan oleh Kelly Reese, seorang konsultan keuangan dan praktisi bisnis yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun. Kelly Reese melihat fenomena kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan dan waktu yang baik. Sehingga banyak orang yang hidupnya setiap bulan dari tagihan ke tagihan. Bahkan tak jarang faktor keuangan juga menjadi pemicu retaknya rumah tangga dan penyebab kebangkrutan suatu bisnis.

Oleh sebab itu, FFSI mempunyai misi memperbaiki kesehatan keuangan masyarakat dengan menyediakan pendidikan/pelatihan pengelolaan keuangan, perangkat (tools) manajemen uang dan waktu serta layanan konsultasi kesehatan fisik dan mental dari para profesional untuk menghemat uang dan waktu.

FFSI merupakan perusahaan yang tergabung dalam Better Business Bureau dan US Chamber of Commerce serta memiliki legal counsel yang berpengalaman 29 tahun di bidang industri direct selling dan network marketing. Jadi kalau memang bisnis FFSI ini berskema piramida atau money game, tentu perusahaan ini tidak akan terdaftar di dua lembaga tersebut. Dan memang betul, untuk pembayaran komisi e-mlm hanya diberikan hanya sampai 4 level dan bukan endless chain. Jadi jelas tidak termasuk skema piramida (pyramid scheme).

Sedangkan program pay plan FFSI jika dilihat di situsnya , maka FFSI memberikan tiga pilihan kepada representative. Mereka bebas memilih menjual produk dan jasa FFSI secara direct marketing, affiliate marketing atau network marketing (e-mlm). Jadi jika dikatakan bisnis FFSI adalah e-mlm saja, tidaklah tepat.

Selama ini banyak orang yang salah paham dengan produk dan jasa yang dipasarkan bisnis ini. Mereka menganggap biaya keanggotaan yang mereka keluarkan itu hanya untuk sebuah materi pelatihan berbentuk e- books. Padahal sebenarnya seseorang yang membeli membership atau keanggotaan FFSI, berhak mendapatkan produk dan jasa antara lain berupa: "The Art of Achieving Financial Freedom" e-Course karya Kelly Reese; web conference; perangkat manajemen keuangan atau money tools (software Debt Elimination Avalanche System, Financial
Planning Calculator, Electronic Budget); perangkat manajemen waktu atau time tools (software Task Manager, Project Manager, Appointment Manager, Contact Manager); 24 hours Nurse Advice Line; Health Information Library; dan Medical Record Storage.

Di samping itu, mereka juga mendapatkan layanan konsultasi kesehatan e-Doctor. Dalam layanan ini, seseorang bisa berkonsultasi melalui e- mail dengan dokter-dokter di Amerika yang tergabung dalam American Board of Medical Specialities. Cocok bagi orang Indonesia yang ingin
memperoleh second opinion dari sumber terpercaya tanpa harus membuang waktu dan uang untuk terbang ke Amerika. Selain itu, mereka juga bisa menyertakan foto luka atau hasil rontgen untuk keperluan diagnosa.

Bukan hanya kesehatan fisik saja yang diperhatikan. Kesehatan mental juga mendapat perhatian penuh melalui layanan konseling yang disediakan FFSI. Masalah yang dikonsultasikan dengan para profesional berpengalaman ini bisa bermacam-macam. Misalnya masalah di dalam rumah atau kantor; melepaskan diri dari ketergantungan obat- obatan terlarang, alkohol atau rokok; gangguan emosional; dan lain- lain.

Seperti layaknya produk dan jasa yang dijual melalui internet lainnya, FFSI juga memberikan masa uji coba 10 hari bagi para anggota. Jika telah mengevaluasi selama batas waktu yang diberikan dan ternyata anggota yang baru bergabung tidak tertarik maka FFSI akan mengembalikan uang mereka 100%. Jadi, bisnis ini sendiri telah menjalankan aturan yang seharusnya, seperti perihal masa uji coba yang diuraikan Amalia. Sedangkan mengenai mahal atau tidak, terpakai atau tidak produk dan jasanya, seperti yang Amalia ungkapkan hal
tersebut relatif bagi masing-masing orang.

Khusus untuk menjual keanggotaan FFSI ini saya menciptakan sistem marketing sendiri yang saya sebut "Elite Marketing System". Dalam sistem ini saya memberikan "30 Days Training" yang saya berikan kepada anggota Elite Team -komunitas anggota FFSI yang bergabung dalam sistem yang saya buat- dan ini bukanlah merupakan bagian dari produk dan jasa FFSI yang dijual. Materi pelatihan "30 Days Training" merupakan bonus atau hadiah yang saya berikan gratis khusus bagi anggota Elite Team. "30 Days Training" ini berisi materi pelatihan tentang internet marketing secara detil yang dikirim melalui e-mail. Misalnya bagaimana cara berpromosi melalui internet, bagaimana meningkatkan arus pengunjung ke situs kita, bagaimana strategi bidding di Google, dll. Karena sebenarnya, seseorang tidak cukup hanya memiliki situs dan berharap pengunjung datang dengan sendirinya. Dan bila mau, anggota bisa saja menerapkan ilmu dalam pelatihan '30 Days Training' tersebut pada bisnis lainnya, misalnya pada affiliate program.

Jika melihat uraian produk dan jasa FFSI di atas, maka jelas tidak benar bila seseorang beranggapan bahwa FFSI tidak ada produknya sama sekali seperti anggapan banyak orang selama ini. Dalam dunia marketing kita tahu ada produk yang dipasarkan yang berbentuk 'tangible' dan 'intangible'. FFSI merupakan sebuah perusahaan yang memasarkan 'intangible product'.

Lebih lanjut, Amalia E. Maulana juga telah menerangkan dengan jelas mengenai spamming. Dan memang benar, baik saya maupun FFSI melarang keras tindakan ini. Dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi dikeluarkan dari keanggotaan Elite Team dan FFSI, kehilangan segala komisi dan tidak bisa mengklaim meminta pengembalian uang. Bagaimanapun internet adalah jantung dari bisnis ini.

Tetapi walaupun sudah memberi peringatan keras, saya akui pada praktek di lapangan sulit mengontrolnya jika tanpa bantuan laporan dari masyakarat. Karena itu saya akan merasa berterima kasih jika masyarakat membantu melaporkan anggota Elite Team yang melakukan spam melalui e-mail admin@eliteteammarketing.com, berikut bukti e- mail spam-nya.

Tetapi sebelum mengatakan seseorang melakukan spamming, perlu dikenali dulu apa yang dimaksud dengan spam. Spam didefinisikan sebagai e-mail komersial yang tidak diinginkan (unsolicited commercial e-mail). Artinya pengiriman segala pesan e-mail kepada orang-orang yang tidak dikenal secara pribadi oleh seseorang adalah spam, kecuali itu merupakan respon spesifik atas permintaan informasi. Maksudnya jika seseorang datang ke sebuah website dan meminta informasi, kemudian pemilik website memberikan informasi maka e-mail itu tidak bisa disebut spam. Karena sering kali banyak orang mengeluh dikirimi spam, padahal ia sendiri yang meminta informasi tersebut.

Jadi bisa disimpulkan bahwa pertama, masa depan internet marketing sangat cerah dan dapat mendorong penetrasi internet, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta mengembangkan UKM Indonesia ke mancanegara. Kedua, internet marketing dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, tak terbatas pada perusahaan besar. Tetapi juga bisa dijalankan oleh UKM dan individual. Ketiga, ada berbagai jenis bisnis online yang bisa dijalankan. Di antaranya, affiliate program, blogging dan e-network marketing. Keempat, bisnis e-network marketing FFSI yang saya jalankan bukan berskema piramid. Seperti yang diuraikan Amalia E. Maulana komisi dibayarkan hanya sampai 4 level saja, dan bukannya endless chain. Kelima, tidak benar bahwa bisnis FFSI tidak memiliki produk dan jasa. Dan biaya keanggotaan yang dikeluarkan bukanlah untuk mendapatkan e-books materi pelatihan. Materi pelatihan diberikan secara gratis. Selain itu kami memberikan masa waktu uji coba selama 10 hari bagi anggota yang baru bergabung. Keenam, sudah jelas peraturan Elite Team dan FFSI mengenai larangan spamming. Untuk itu kami memohon bantuan laporan dari masyarakat jika ada anggota yang melanggarnya dengan disertai bukti e-mail spam-nya. Terakhir, saya merasa bangga dan berterimakasih bisnis saya dianalisa secara tajam dan cerdas oleh seorang kandidat Ph.D dari universitas ternama di Australia. :-)

Semoga saja dengan maraknya pemberitaan seputar internet marketing ini, justru bisa mendorong penetrasi internet di Indonesia serta menumbuhkan minat masyarakat dan UKM untuk mengembangkan usahanya secara global.

Anne Ahira
CEO of Asian Brain, LLC (Limited Liability Company)
and PT. Asian Brain Internet Marketing Center


KLIK DISINI untuk mendapatkan modul Asian Brain GRATIS

Peran Internet dalam Abad Informasi

Pada 11 Oktober 1998, Merrill Lynch pernah menayangkan sebuah iklan sehalaman penuh di beberapa koran besar Amerika, mengumumkan bahwa "Dunia Baru" berusia 10 tahun. Dimulai dengan diruntuhkannya tembok berlin yang merupakan awal peristiwa yang digunakan oleh para sejarawan ekonomi untuk menandai Akhir Abad Industri dan Awal dari Abad Informasi.

Ketika Tembok Berlin dirobohkan dan World Wide Web (www) tegak berdiri, banyak aturan berubah. Salah satu aturan terpenting yang berubah adalah Dalil 90:10 Dalil itu berbunyi: Hanya 10% dari seluruh penduduk dunia akan menguasai 90% dari seluruh uang yang ada, dan begitu pula sebaliknya, 90% penduduk dunia hanya menguasai 10% saja dari total seluruh uang yang ada, dan kita telah dapat melihat bahwa dalil itu adalah benar dalam kenyataannya sekarang.

Namun banyak hal yang tidak kita sadari, salah satunya adalah AKSES atau kesempatan untuk bergabung dalam kelompok 10% tadi, kini telah BERUBAH..
Dan Ini sangat PENTING!!

World Wide Web telah mengubah harga yang harus dibayar untuk bergabung dengan kelompok 10% itu!!!

Sekarang orang tidak perlu keturunan ningrat seperti di Abad Pertanian. Tidak dibutuhkan tanah luas, dan ribuan tenaga manusia untuk bergabung dengan kelompok 10% ini seperti pada abad Industri. Di Abad Informasi, untuk menjadi kaya raya adalah sangat mungkin. Bagi individu-individu yang pada suatu tahun secara finansial tidak dikenal tetapi tahun berikutnya sudah masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia. Orang-orang seperti itu sering jauh mengungguli orang-orang yang sukses besar di masa-masa sebelumnya. Mahasiswa-mahasiswa yang belum pernah bekerja menjadi milyarder. Murid-murid SMU akan mengungguli para mahasiswa pesaing mereka. Dan hari ini semua itu sedang berlangsung.

Mengapa bisa demikian??

Sebab ketika Tembok Berlin runtuh, E=mc2 bergeser ke Hukum Moore. Kekuatan dunia bergeser dari bobot hulu ledak nuklir ke kecepatan modem.

Kabar baiknya adalah bahwa modem yang cepat biayanya jauh lebih murah daripada sebuah misil besar , kecepatan lebih penting daripada bobot :-)

Seperti kita ketahui bahwasannya dahulu, kekayaan luar biasa besar dan keluarga-keluarga mahakaya diciptakan selama revolusi Industri. Tapi tahukah anda bahwa hal yang sama sedang berlangsung sekarang ini selama Revolusi Informasi? Yang menarik disini adalah, bahwa sekarang dunia telah memiliki multi-jutawan dan miliyuner hasil usaha sendiri yang baru berumur duapuluh, tigapuluh, dan empat puluhan, tapi kita masih mempunyai orang-orang berusia empat puluh atau lebih yang mati-matian mempertahankan pekerjaan bergaji 2.000.000 rupiah perbulan. Salah satu alasan yang menyebabkan kesenjangan besar ini adalah pergeseran dari Abad industri ke Abad Informasi. Ketika dahulu kita bergeser memasuki Abad Industri, orang-orang seperti Henry ford dan Thomas Edison menjadi miliyuner.

Sekarang, kita memasuki Abad Informasi, kita mempunyai Bill Gates, Michel Dell, dan para pendiri perusahaan Internet yang menjadi multi-jutawan dan miliyuner muda. Anak-anak usia dua puluhan ini sebentar lagi akan melewati Bill Gates—yang sudah tua pada usia 39—dalam hal kekayaan. Itulah kekuatan pergeseran zaman, pergeseran dari abad Industri ke Abad Informasi.

Sebuah Fakta yang Dapat Mengubah
Hidup Anda!!!

----------------------
Sebuah fakta lagi yang dikutip dari Majalah Fortune 27 September 1999;
Majalah ini menampilkan kisah sampul yang berjudul “Young and Rich, the 40 wealthiest American under 40”.Beberapa di antara milyarder muda itu adalah: Michael Dell (Dell Computer), Jeff Bezos (Amazon.com), Ted Waitt (Gateway Computer), Pierre Omidyar (eBay), David Filo (Yahoo!), David Yang (Yahoo!), Henry Nicholas (Broad.com), Rob Glaser (RealNetworks), Scott Blum (Buy.com), Jeff Skoll (eBay).

Ini adalah fakta, bahwasannya orang-orang tersebut adalah 10 teratas remaja paling kaya raya. faktanya, mereka semua berasal dari perusahaan komputer atau Internet!!

Satu Fakta Lagi:

Dalam bukunya The Lexus and Olive Tree, Thomas L. Friedman sering menyebut-nyebut The Electronic Herd. Kelompok elektronik ini adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa ribu orang, biasanya masih sangat muda, yang menguasai uang elektronik dalam jumlah yang sangat besar dan mereka memiliki kekuasaan penuh hanya dengan meng-klik mouse mereka untuk memindahkan dana triliyunan dollar dari satu negara ke negara lain dalam tempo sepersekian detik.

Keampuhan itu memberi kelompok elektronik tersebut kekuasaan yang lebih besar daripada politisi. Disadari atau tidak, peristiwa diatas pada tahun 1998 telah pula menghantarkan Indonesia ke dalam krisis moneter yang berkepanjangan.

Semua hal diatas sekaligus juga telah membuka mata kita terhadap dunia hari ini. Jika pada tahun 1998 Merrill Lynch mengumumkan bahwa "dunia baru" berumur 10 tahun, maka hari ini, pada tahun 2006, kami mengumumkan kepada Anda bahwa "dunia baru" berumur sekitar 18 tahun!! Sungguh satu waktu yang sangat sebentar bagi ukuran sebuah ERA.


Berita baiknya adalah:
Anda sudah berada dalam jalur yang benar jika anda mau sedikit bersabar mengikuti langkah demi langkah yang akan diberikan dalam serangkaian training secara Online di Sekolah Internet Marketing Asian Brain yang diasuh ibu Anne Ahira, seorang guru Internet Marketer tingkat dunia yang hebatnya dari Indonesia . Di Asian Brain anda akan diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Anda untuk menjadi seorang Internet Marketing Professional. Anda sudah berada dalam jalur yang seharusnya, jika anda berharap income puluhan bahkan ratusan juta rupiah perbulan, dan mencapai kebebasan finansial Anda sendiri.. silahkan temukan langkah selanjutnya dengan meng-KLIK DISINI


Anne Ahira - Internet Marketer Dunia

Usianya masih 25 tahun, tetapi penghasilannya sudah ribuan dollar AS. Perempuan yang selalu mengaku ‘orang kampung’ ini bekerja dari rumahnya di pinggiran kota Bandung mengembangkan bisnis berskala internasional berbasis internet marketing. Ia bercita-cita akan ‘pensiun’ sebelum umur 30 tahun.

Anne Ahira, namanya. Di dunia online, ia terkenal sebagai internet marketer sukses kelas dunia. Dia adalah salah satu pengarang buku 30 Days To Internet Marketing Success. Buku ini ditulis oleh 60 orang pengarang yang merupakan internet marketer pilihan dari berbagai belahan dunia - terkenal sebagai buku internet marketing terbaik sepanjang tahun 2003. Omzet penjualan buku ini mencapai lebih dari 340.000 dollar AS hanya dalam kurun waktu kurang dari empat bulan.

Ahira juga pernah diwawancara oleh Advance Vision Marketing America mengenai "Internet Marketing Prophecies". Perusahaan ini hanya memilih delapan orang internet marketer terbaik dari seluruh dunia. Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Pasifik dan satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. Hasil wawancara ini kemudian dijual Advance Vision Marketing America seharga 97 dollar AS per kopi.

Selain itu, Ahira adalah pendiri Elite Team International dan yang membuat Elite Team System. Kurang dari empat bulan, anggotanya telah menyebar ke lima benua. Ahira menjadi otak strategi marketing bagi 1.000 anggota Elite Team yang kini tersebar di 84 negara.

"Mereka yang tergabung dalam Elite Team Internasional tergantung pada saya untuk strategi marketing mereka. Jadi saya punya teknisi untuk membantu saya. Tetapi kalau orang tidak punya sistem, maka dia bisa mengerjakan sendiri," ujar AHira.
Secara rutin Ahira juga membuat newsletter untuk www.TheBestAffiliate.com. Newsletter berisi tips-tips strategi internet marketing ini dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing yang tersebar di 120 negara. Dan belum lama ini, Ahira terpilih menjadi "12 World’s Super Affiliate" tahun 2004 (lihat www.SuperAffiliateConfessions.com
).

Orang Kampung
Kisah gadis lulusan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari Bandung ini memberi inspirasi bagi banyak orang. Bahkan tidak sedikit yang ingin mengikuti jejaknya. Ahira bukanlah pewaris usaha seorang konglomerat atau berkantor di sebuah perusahaan besar di gedung-gedung pencakar langit. Ia juga bukan lulusan sekolah bisnis di luar negeri. Yang ia kerjakan hanyalah menjalankan internet marketing lewat sebuah komputer dalam rumahnya di Banjaran, Kabupaten Bandung.

Selain memperoleh penghasilan besar, ia juga masih punya banyak waktu untuk bermain kapan saja, belanja, kesukaannya menonton di bioskop, makan di kafe atau restoran di Bandung bersama teman atau keluarga, termasuk bermain di Time Zone. Semua itu bisa dilakukan karena dia tak perlu terikat jam kantor, yang penting bisa mengakses internet.

Keberhasilannya meraup ribuan dollar tidaklah datang begitu saja. Ia mempelajari bisnis internet marketing secara autodidak serta tentu saja melalui proses trial and error yang cukup melelahkan dan menghabiskan banyak uangnya yang didapat dari aktivitas mengajar bahasa Inggris ketika masih menjadi mahasiswa STBA di Bandung.Anne Ahira atau yang akrab dipanggil Ahira/Hira, lahir 28 November 1979. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Hj Aas Asiah dan H Sobur Sodikin. Semua saudaranya perempuan. Motto hidup Ahira: "Kekayaanku yang sejati adalah apa adanya aku, bukan apa yang kumiliki".

Sejak sekolah dasar ia sudah mandiri dan membantu orangtua berjualan pisang goreng atau es. Kalau berangkat ke sekolah, ia membawa tas besar tiga buah, satu untuk buku, dan dua untuk jualan pisang. Ia selalu bilang sama mamanya, kalau ia sudah besar nanti, ia tidak ingin kerja capai, ia mau kerja di rumah, liburan kapan aja boleh, keliling dunia, ke mana aja boleh, duit banyak.

Mendengar perkataannya itu, mamanya sering membentaknya, "Jangan bermimpi, kalau Bapak kamu punya pabrik mungkin kamu bisa seperti itu, tapi Bapak kamu hanya karyawan pabrik biasa, dan Mama kamu hanya tukang gado-gado. Kalau kamu mau hidup lebih baik, belajar saja yang betul dan harus pintar". Itu adalah kata-kata yang sering dilontarkan ibunya.

Nasihat mamanya itu membuat Hira belajar sungguh-sungguh di sekolah sehingga sering menjadi juara kelas. Ibunya juga sering mengatakan kalau ia ingin keliling dunia, ia harus bisa bahasa Inggris. Oleh karena itu, Hira mulai belajar bahasa Inggris sejak SD dengan mengikuti berbagai kursus, salah satunya kursus dengan orang Belanda. Saat itu orang-orang di kampungnya menilainya aneh. Untuk apa belajar Inggris? Mereka pikir hanya buang-buang uang. Tapi ia selalu berpikir itu modal untuk keliling dunia.

Berbagai sertifikat diraihnya lewat kursus bahasa asing, seperti bahasa Jerman dan Inggris. Bukan itu saja, belasan sertifikat lainnya dari kursus akuntansi, komputer, menggambar, olahraga, dan masih banyak lagi. Saking banyaknya, ia pun sudah tak ingat lagi, apa saja kursus yang pernah diikutinya.

Hira sebenarnya bercita-cita melanjutkan sekolah di Jerman, tetapi karena orangtuanya hanya seorang karyawan pabrik dan penjual gado-gado, cita-cita itu menjadi sulit diraih. Ia kemudian bersekolah di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) di Bandung dan lulus dengan predikat cum laude dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Sejak kuliah tingkat satu, Hira mengajar paruh waktu. Namun, setelah tingkat dua, ia sering dikontrak oleh perusahaan-perusahaan tekstil, seperti Pan Asia Textile, KTSM, Kukje-Adetex, Korin, Hanil Global Textile Industry, dan banyak lagi perusahaan lainnya mengajar bahasa Indonesia untuk pegawai asing mereka.

Ia juga mengajar anak-anak pegawai tersebut yang belajar di International School. Ia mengajar matematika, science, drawings, juga bahasa Inggris untuk orang Indonesia. Setiap mengajar, saat itu ia dibayar antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per jam.

Untuk ukuran mahasiswa cukup besar dan setiap bulan ia bisa menghasilkan 1.000 dollar AS. Tapi sebelum mengajar, ia juga pernah bekerja secara sampingan, menjadi cleaning service, bahkan pernah menjual buku cerita untuk anak. Waktu itu ia berjalan kaki keliling dari rumah ke rumah. Sampai akhirnya datang ke satu rumah, dan seorang ibu menawarkan kepadanya, daripada ia jalan-jalan siang kepanasan dan keliling, lebih baik mengajar anaknya bahasa Inggris. Sejak itu ia menjadi guru.Perkenalan PertamaPada saat kuliah ia sempat berpikir, mungkin mengajar adalah jalan hidupnya. Tapi dalam hati ia sering mengatakan bahwa sebenarnya otaknya bisa digunakan lebih dari sekadar mengajar.

Hingga pada suatu hari saat makan siang, kakak iparnya bercerita bahwa ada seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang mendapatkan ribuan dollar AS dari internet. Padahal, kakak iparnya sendiri tidak tahu internet itu seperti apa, bahkan sampai sekarang dia tidak tahu bagaimana cara mengirim atau membuat e-mail. Dia hanya tahu satu situs: www.yahoo.com. Kakak iparnya seorang petani ayam, yang bekerjasama dengan ayahnya mengurus ayam orang lain di kampung.

Mendengar cerita tersebut, timbul keingintahuan Hira, bagaimana bisa seorang anak berusia 17 tahun bisa mendapatkan ribuan dollar AS dari internet? Esoknya ia langsung pergi ke warnet untuk pertama kalinya dan mencari tahu bagaimana cara membuat uang di internet.

Padahal, saat itu, apa itu surat elektronik (e-mail) pun Hira sama sekali tidak tahu. Tapi setelah mendengar cerita sepintas itu, dia seolah-olah bertekad dalam hatinya, "Jika anak 17 tahun saja bisa, berarti saya juga bisa!"
Temannya, Didit Ahadiat, salah satu mahasiswa yang kerja paruh waktu sebagai penjaga warnet (warung internet) adalah orang pertama yang mengajarkannya bagaimana cara membuat e-mail di Hotmail. Temannya ini kini bekerja sebagai teknisi mengembangkan Elite Team International yang didirikan Hira.

Rasa ingin tahu dan semangat belajarnya yang tinggi membangkitkan rasa percaya dirinya. Di warnet, ia tidak malu bertanya kepada orang-orang yang ada di situ. Ia selalu memohon, “Tolong ajarin saya bagaimana cara membuat uang di internet?". Mendengar itu, hampir semua teman menertawakannya. Mereka menyebutnya sedang bermimpi.

Tekad dan keinginannya yang kuat untuk mengumpulkan uang di intenet tidak serta merta mendapat dukungan. Banyak hal sedih yang ia lalui. Hampir semua orang di sekelilingnya tidak percaya pada apa yang ia kerjakan. Mereka berpikir kalau ia aneh dan gila karena mereka pikir ia hanya buang-buang uang. Padahal, baginya teka-teki belum terpecahkan dan ia tidak akan menyerah.

Terhitung sejak Desember 2001 Hira memulai perjalanannya menjadi "internet marketer" (penjual melalui media internet). Hobi membaca dan membeli informasi lewat internet juga membuat Hira sukses menjalankan "internet marketing".
Pada tahun pertama usahanya, ia memperoleh hasil yang tidak sesuai harapan. Malah ia mengalami kerugian karena Hira belajar mengenai dunia internet marketing sama sekali tanpa guru.

Setelah jatuh bangun, akhirnya di tahun kedua, usaha Ahira mulai menampakkan hasil. Di pertengahan tahun kedua tersebut, penghasilannya per bulan dari internet bisa disetarakan dengan penghasilan kebanyakan orang Indonesia dalam beberapa tahun. Itu pun terus meningkat setiap bulan. “Dan saya perhatikan meningkatnya seperti deret ukur bukan deret hitung," ujar Hira, yang merahasiakan seberapa besar penghasilannya per bulan.

Cara Mendapatkan Uang
Menurut Hira, ada banyak cara untuk mendapatkan uang melalui dunia maya. Namun, dia hanya memilih menjalankan dua macam bisnis di internet, yakni affiliate marketing dan network marketing. Sebenarnya keduanya tidak jauh berbeda karena sama-sama menjual, tetapi sistem pembayaran komisi yang berbeda.

Melalui affiliate marketing, Hira melakukan penjualan langsung putus, jadi kalau mau mendapatkan uang harus terus menjual. Barang yang ditawarkan apa saja, mulai dari buku, informasi, software, marketing tool, atau barang apa pun yang bisa terlihat dan bisa terjual. Hira tidak menjual barang sendiri, tetapi sebagai "reseller" atau membantu menjualkan barang orang lain untuk mendapatkan penghasilan dari komisi.

Sebagai contoh, jika ada pengarang buku atau pengembang software, sebut saja misalnya si A membuat buku dengan tema "internet marketing" atau informasi apa saja. Si pengarang ini mengorbitkan bukunya di internet dan membuka afiliasi untuk para internet marketer.

Nah, tenaga internet marketer di seluruh dunia, termasuk juga Hira, biasanya menawarkan diri dengan mendaftar sebagai tenaga penjualnya. Akan tetapi, tidak semua tawaran langsung diambil, biasanya dipelajari terlebih dahulu isi buku atau software yang ditawarkan dan target pasarnya.

"Jika kira-kira bagus, saya baru mau mendaftar menjadi affiliate-nya," kata Hira. Proses pendaftaran untuk menjadi tenaga affiliate ini biasanya gratis dan sangat simpel. Cuma butuh waktu 5 menit untuk proses sign up. Setelah itu mendapatkan URL khusus untuk berjualan.

Jika berhasil menjualkan buku atau software, bisa mendapat komisi yang besarnya berbeda-beda. Untuk barang yang sifatnya "virtual" atau bisa di download seperti eBook atau Software, komisi yang didapat berkisar antara 40 hingga 75 persen, atau sebanyak 38,8 hingga 72,75 dollar AS jika bukunya 97 dollar AS.

Untuk affiliate marketing, Hira memiliki "newsletter" yaitu The Best Affiliate Newsletter, dan kini dibaca oleh 14.000 profesional internet marketing yang tersebar di 120 negara. Untuk network marketing, Hira memiliki sistem marketing yaitu Elite Team system yang kini telah dipakai di lebih dari 50 negara.

Masa Depan Menjanjikan
Hira berpendapat bahwa bisnis secara online sangat menjanjikan dan akan menjadi sesuatu yang justru lebih menjanjikan daripada bekerja secara offline. Sebab target market-nya dunia.

Bekerja secara offline hanya bisa mengerjakan satu atau dua pekerjaan, kecuali kalau mempunyai pegawai. Namun kalau online bisa mengerjakan 10, 30, 40 pekerjaan, dan semuanya hanya memerlukan set up satu kali tapi bisa menghasilkan terus-menerus.

Sebagai contoh, dalam Elite Team, Hira hanya membuat training 30 hari satu kali, tapi dipakai orang bisa secara unlimited dan mereka yang baru menerima training itu akan merasa training itu seperti baru. Bahkan dengan cara online, Hira bisa mengajar sambil tidur-tiduran.

Hira memberi contoh bagaimana ia meraup uang dari internet. Untuk menjual satu produk, ia perlu waktu katakanlah satu bulan. Ia sebenarnya bisa menjual beberapa produk dalam sebulan tetapi ia selalu sibuk membalas e-mail dari klien atau elite team. Sehingga ia menargetkan menjual satu produk dalam satu bulan. Waktu ini dipakai untuk riset, membuat situs, strategi marketing, dan lain-lain. Katakanlah untuk produk A ia set up bulan Januari, ia bisa dapat, misalnya 500 dollar AS per bulan. Bulan berikutnya ia set up dan jual produk B, dan ia juga dapat katakanlah 500 dollar AS juga per bulan.

Ia masih dapat komisi dari produk A yang ia set up bulan sebelumnya dan tambahan dari produk B. Dan, ia terus mencari produk lain yang bisa dijual. Jadi bisa dibayangkan, dalam setahun ia bisa menjual 10 produk yang berbeda, pada titik tertentu bisa mendapatkan lebih dari 5.000 dollar AS per bulan.

Bahkan bisa jadi, produk A malah menghasilkan 3.000 dollar AS per bulan setelah 10 bulan. Itu sebabnya banyak internet marketer yang berpenghasilan heboh hanya dalam jarak beberapa tahun. Itu terjadi karena mereka telah mempunyai sistem marketing yang bisa berjalan sendiri dan menghasilkan uang bulan demi bulan.

Sekarang Hira bisa pergi ke mana saja dan kapan saja. Meski ia tidur, komputernya sudah jadi seperti mesin pencetak uang. Dan ia yakin, banyak orang Indonesia yang bisa sepertinya atau bahkan lebih.

Kiat SuksesMenurut Hira, syarat jika ingin menjadi internet marketer harus memiliki akses ke internet. Mengerti bagaimana cara mengoperasikan komputer, tetapi tak perlu harus "Savvy" atau ahli komputer. Namun, mutlak mengerti bahasa Inggris karena bisnis ini dijalankan secara global tanpa batas negara.
"Mental juga harus sudah siap, tidak berpikir penghasilan ribuan dollar AS akan datang seperti sulap. Kalau berpikiran demikian, maka akan ada saatnya anda merasa frustrasi dan menyerah! Itu salah," ujar Hira.

Menurut Hira, pada saat merasa frustrasi, itu sebenarnya hanya kekalahan sementara, harus terus mengerjakan bisnis ini dengan rajin, evaluasi dan belajar dari kesalahan, dan terus pada "track" yang benar sampai bisa pensiun kurang dari 5 tahun.

"Jadi selain mental sudah siap, harus komitmen pada bisnis ini. Tak perlu mengerjakan bisnis ini secara full time, tetapi dapat dijadikan sebagai part time. Cukup dikerjakan paling tidak satu hingga dua jam per hari, mulai dari Senin sampai Jumat, seperti lembur saja," ujar Hira.

Saat ditanya berapa modal dibutuhkan, Hira mengatakan, jika ingin menghasilkan ribuan dollar dan pensiun dalam jarak waktu 3 hingga 4 tahun, harus menanamkan investasi. Jika ingin menjadi internet marketer, maka harus siap dengan dana investasi paling tidak 120 dollar AS atau sekitar Rp 1 juta per bulan.Hira mengaku, untuk tahun pertama dirinya menghabiskan dana seharga satu mobil kijang baru. Dana yang digunakan adalah tabungan dari gaji mengajar bahasa Inggris. Itu karena dia banyak membeli informasi yang tak terpakai.Hira juga sangat menyayangkan mentalitas ingin dapat uang cepat sehingga mengirim e-mail spam kepada banyak orang. Hal itu sangat mengganggu dan sangat tidak profesional. Ia banyak mendapatkan e-mail dari orang Indonesia yang tiba-tiba mengirim e-mail dan mengajaknya untuk berbisnis. Di Amerika Serikat orang seperti itu bisa dihukum lima tahun penjara. “Tapi jangan mentang-mentang di Indonesia belum ada hukum untuk "e-mail spam ", maka bebas spam orang atau harvesting,” kata Hira.

Hira belum pernah mendengar spammer yang kaya atau menghasilkan ribuan dollar dari internet. Jadi belajar dengan cara yang baik dan berusaha untuk menjadi seorang internet marketer yang profesional.

Asian Brain
Mengingat banyaknya trial and errors yang dijalani selama belajar, Hira pun berniat mendirikan sebuah sekolah internet marketing online yang ia beri nama "Asian Brain Internet Marketing Center". Tempat pembelajaran informal mengenai strategi internet marketing berbasis website ini rencananya akan diluncurkan tahun 2005. (Red : Sudah dibuka dan berlangsung, silahkan klik disini : AsianBrain )

Melalui Asian Brain Internet Marketing Center ini, Hira mengharapkan bisa membantu home industry atau industri kecil, para profesional maupun orang Indonesia pada umumnya untuk belajar mengenai internet marketing dan mengembangkan bisnis mereka lewat internet.

Selain diharapkan bisa berdampak membuka lapangan pekerjaan baru, juga bisa meningkatkan devisa Indonesia. Hira juga berharap internet marketing center-nya ini bisa mengubah kesan dunia bahwa orang Indonesia bisanya hanya menipu melalui internet.

Hira merasa yakin internet marketing adalah bisnis berprospek cerah di abad ke-21 ini. Mengingat siapa saja bisa menjadi seorang internet marketer dengan investasi uang yang relatif lebih murah dibandingkan bisnis offline. Apalagi jika didukung dengan komitmen dan kerja keras, maka sukses besar telah menanti.

Tak mengherankan jika Hira mengungkapkan teman-temannya yang bekerja sebagai pegawai pom bensin atau pun "pizzaman" berhasil menjadi miliuner internet (dalam dollar AS) dalam kurun waktu 5-10 tahun. Tak menutup kemungkinan masa depan ini juga menjadi milik orang "kampung" seperti dirinya yang baru menekuni internet marketing lebih dari dua tahun terakhir ini. "Cita-cita saya adalah ’pensiun’ sebelum umur 30 tahun. Retire within years, not in decades."
►e-ti/atur, dari berbagai sumber
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)